Dari Rumi untuk Kekasihku

Aku ingin sekali menulis. Lalu kamu berkata, “Tulis saja hal yang kamu suka; soal memasak misalnya”. Kemudian kamu terlelap. Masuk ke dalam mimpi yang dalam…dalam…dalam dan indah. Tanpa sempat aku memberitahumu tentang sebuah rahasia mistis. Bahwa kamu telah menjelma menjadi seorang kekasih dalam dunia yang tersembunyi yang tidak seorangpun tahu termasuk dirimu.

Dan saat matamu terpejam, aku mulai membaca kembali tulisan Annemarie Schimmel. Tentang mistik. Tentang Rumi dan kekasih-kekasihnya. Tentang mimpi seorang kekasih.

“Seperti yang dibuat jelas dalam kisah Fihi ma Fihi: Maulana menceritakan bahwa di suatu pagi seorang terpelajar, sarjana yang berorientasi filosofis, datang kepada Syams at-Tabrizi dan mengatakan padanya, “Saya telah membuktikan eksistensi Tuhan dengan suatu pembuktian kategoris!” Pagi berikutnya Syams menceritakan kepada para sahabatnya, “Tadi malam saya melihat para malaikat turun dalam mimpiku. Mereka memberkati orang ini dan berkata, “Ia telah membuktikan eksistensi Tuhan–setidaknya ia tidak melakukan kejahatan apapun!”

Selamat malam kekasihku. Selamat datang pagi untukku juga untukmu. Juga untuk waktu yang berdetak.

“Dan jika Ia mendekat ke hadapanmu semuanya berlalu dan semuanya jauh, Ia akan menunjukkan seruas jalan setapak yang tersembunyi yang belum seorangpun tahu.”

Advertisements